Kamis, 31 Maret 2016

Hitori Kakurenbo

Mungkin sudah ada yang familiar sama permainan ini. Saya mengenal permainan ini lebih dulu dari permainan dan ritual Creepypasta lainnya.

Tapi, saya tidak memiliki referensi resmi tentang permainan ini. Banyak versi yang berbeda dalam melakukan ritual ini, dan saya tidak akan menyebutkan semuanya satu persatu. Saya tidak akan menulis cara bermainnya sekarang, mungkin lain kali.

Di kiriman kali ini, saya hanya akan memberikan testimoni atau pengalaman beberapa orang yang pernahencobanya. Nama dirahasiakan untuk melindungi privasi.

Pertama, dari seorang warga Jepang bernama Toshiki (samaran). Dia mencoba permainan ini. Kenapa? Tentu karena penasaran. Maka dia melakukan ritual ini, seperti yang di perintahkan, hanya bersenjata air garam di gelas dan di mulutnya. Namun belum sampai boneka itu menemukan persembunyiannya, Toshiki tanpa sengaja tersedak air garam yang disimpan dalam mulutnya. Lantas air itu tumpah. Suara batuk yang ditimbulkan Toshiki mungkin memanggil boneka yang sudah terasuki roh. Tamatlah permainan Toshiki disitu. Dia dibunuh oleh si boneka.

Saya belum tahu jelas dari mana sumber cerita itu, saya hanya mendapat kabar itu saat saya berkumpul dengan teman saya yang juga tertarik dengan dunia Creepypasta.

Kabar kedua, ini adalah kejadian nyata yang dialami oleh saudara teman saya. Bukan orang yang benar-benar mengetahui Creepypasta, namun cukup tertarik dengan hal berbau Jepang. Namanya Anjar (samaran).
Dia hanya gagal di akhir permainan. Entah apa yang membuat air garam itu gagal, mungkin saja roh yang merasuki boneka itu terlalu kuat, sehingga tekad dan air garam saja tidak mampu mengusirnya.
Rumah Anjar terbilang angker sejak dia melakukan permainan itu. Sering ada beberapa kejadian aneh. Parahnya lagi, saya mendengar bahwa Anjar sering terkena lemparan perabotan rumah dan alat dapur. Saya mengusulkannya untuk pindah rumah, dia akhirnya menjual rumahnya dan mencari kost.
Awalnya dia tenang saja, entah bagaimana lagi kabarnya. Semenjak dia pindah saya tidak pernah mendapat sapaan dari saudara teman saya itu. Tidak mendapat kabar sampai akhirnya teman saya memberitahu bahwa dia dirawat di RS Gracia (Rumah Sakit Jiwa).
Tekanan katanya. Entah karena apa.

Dan sampai sekarangbsaya tidak ada niat untuk mencoba permainan ini. Saya agaknya masih waras. Untuk apa juga menyerahkan jiwa pada roh, hampir-hampir seperti bunuh diri yang menyenangkan.

Adakah dari kalian yang membaca kiriman ini yang ingin memcoba Hitori Kakurenbo?
Saya akan mengirim cara bermainnya setelah kiriman ini, walau waktunya saya tidak tahu kapan.

Tapi ingat, saya mengirim ini terlebih dahulu untuk memperingatkan Anda sekalian. Saya tidak ingin bertanggung jawab atas resiko yang bisa saja menimpa Anda. Saya sudah memperingatkan.

Terima kasih telah membaca baik-baik, itu akan menjaga nyawa kalian.


Sampai jumpa, semoga ketika kita bertemu, kita masih berada di alam yang sama.