Minggu, 28 Februari 2016

Kagome Kagome (?)

Pembahasan pertama saya akan membahas tentang sebuah permainan anak-anak [atau kalian lebih mengenalnya sebagai sebuah lagu/?] dari Jepang.

Asal-usul di balik kisah permainan ini, mungkin Anda sudah sering dengar. Tentang penelitian yang dilakukan oleh NAZI, yang memanfaatkan sebuah panti asuhan di Jepang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan Tuhan. Yakni menjadi abadi. Para peneliti meyakini bahwa Tuhan mencabut nyawa manusia melalui sebuah titik [dalam hal ini mereka menyebutnya dengan 'tombol']. Mereka beranggapan bahwa, jij\ka tombol itu ditemukan, dan ditiadakan, mungkinkah manusia menjadi abadi seperti yang mereka inginkan.

Mereka sampai pada kesimpulan bahwa 'tombol' yang mereka cari berada di titik terkecil saraf otak manusia. Lantas dimulailah percobaan mengerikan itu.

Para tentara merekrut sebuah panti asuhan untuk melakukan penelitian. Dan mengambil izin untuk memegang administrasi panti asuhan walau dengan izin dan alasan palsu. Mereka memakai penghuni panti asuhan sebagai kelinci percobaan yang sebenarnya ilegal dan tidak tertulis dalam izin.

Banyak yang mereka lakukan disana. Banyak pula korban yang kehilangan nyawa saat eksperimen dijalankan. Setiap penghuni, baik yang sudah dipakai maupun yang belum, dipaksa untuk mengikuti pemeriksaan rutin tiap hari. Dengan tujuan melihat potensi sample baru dan secepatnya membuang yang rusak karena radiasi bahan kimia. 

Tidak hanya anak-anak yang mengalami proses pembedahan, tapi setiap karyawan dewasa dan suster disana juga dipaksa ikut pemeriksaan dan pembedahan.

Parahnya, terkadang para ilmuwan itu sengaja tidak membius anak-anak itu. Mereka hanya disuruh telentang dan rileks, diberi obat penenang di bawah dosis sehingga hanya membuat fisik lemas, bukan menghilangkan kesadaran. Tangan, leher, dan kaki objek di kunci dengan ranjang agar tidak berontak. Maka dimulailah pembedahan biadab itu.

Mana yang dibedah? Tentu saja tengkorak kepala. Saya sudah bilang bahwa 'tombol' itu [dianggap] berada di otak. Sehabis diteliti, otak itu dikembalikan ke tempurung kepalanya, dan tengkoraknya di gips. Saya yakn tadi ada sebersit saja Anda berargumen, "Memangnya bisa begitu?" Ya, ilmu kedokteran bedah sudah sangat meju sejak dulu, hanya peralatannya saja terkadang kurang maju, dan membuat kita bergidik sendiri. Kalau orang jaman dulu tidak cukup pintar untuk membedah, bagaimana Frankenstein tercipta?

Ini sedikit menyita waktu, untuk lebih jelas tentang asal-usul Kagome Kagome ini, silakan kunjungi URL berikut : http://sonyriyan.blogspot.co.id/2014/04/misteri-permainan-kagome-kagome-circle-you-circle-you.html
Karena setahu saya, disanalah blog yang membahas sejarah Kagome Kagome dengan efektif. Sumber saya bukan dari sana, jadi mungkin versinya agak berbeda.

Saya dapat membahas permainan ini di lain waktu.
Apa Anda tertarik memainkannya? Saya bisa mencarikan sumber yang menunjukkan langkah paling tepat dalam permainan ini, saya akan usahakan selengkap mungkin. Karena satu saja kesalahan yang dilakukan, Anda akan tersesat disuatu keadaan yang sama sekali tidak ingin Anda bayangkan.

Sekian untuk sekarang.
Semoga saat kita bertemu lagi, kita masih berada di alam yang sama.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar